Alamat:
Asrama At-Tawakal, Pondok Pesantren Cipasung, Cipakat, Singaparna, Kab. Tasikmalaya
Alamat:
Asrama At-Tawakal, Pondok Pesantren Cipasung, Cipakat, Singaparna, Kab. Tasikmalaya
Oleh Ajang Muhammad Abdul Jalil Ngalenyeupan Surat Annaml ayat 1-6, Tanggal 17 Sya’ban 1447 H Sebuah Jeda Untuk Kiamat yang ramai di Media Sosial Pernahkah kita merasa bahwa hari ini dunia sedang berteriak melalui layar ponsel kita? Kabar duka, tragediโฆ

๐ Arab Berharakat ๐ Terjemahan Indonesia ๐๏ธ Maksud & Tujuan ุฃูููููููููุฉู ุงูุชููุฃูููููู ููู ุฃูุตูููู ุงูููููููู. ุงูููุนููููู ู ููู ุงููุฃูู ูู ู ููุง ุชูุธูููุฑู ููุฌูุฃูุฉูุ ููุฅููููู ูุง ุชูู ูุฑูู ุจูููุชูุฑูุฉู ู ูุฎูุงุถู ููู ูุนูุงููุงุฉู ููููุฑููููุฉู ุญูุชููู ุชูุชูุจูููููุฑู ู ูุนูุงูููููุงุ ููุชูุชูุถูุญู ููู ุงููุฃูุฐูููุงูู ู ูุนูุงููู ูููุงุ ููุชูุชููููููุฃู ุงููุฃูุณูุจูุงุจู ููุชูุฏููููููููุงุ ุซูู ูู ุจูุนูุฏู ูููููโฆ

Apa yang kita bayangkan saat mendengar kata โpendidikanโ? Gedung-gedung tinggi? Seragam putih-abu? Ujian nasional? Atau tumpukan tugas yang mengganggu tidur siang? Dalam paradigma modern, pendidikan sering kali dipersempit menjadi proyek duniawi: mengejar ijazah, memburu kerja, dan memanjat tangga sosial. Padahalโฆ
Apa yang kita bayangkan saat mendengar kata โpendidikanโ? Gedung-gedung tinggi? Seragam putih-abu? Ujian nasional? Atau tumpukan tugas yang mengganggu tidur siang? Dalam paradigma modern, pendidikan sering kali dipersempit menjadi proyek duniawi: mengejar ijazah, memburu kerja, dan memanjat tangga sosial. Padahalโฆ
Bayangkan seorang petani yang menanam padi, tapi setiap hari hanya sibuk mengecat batangnya agar terlihat hijau, tanpa peduli apakah akarnya hidup atau mati. Begitu pula banyak institusi pendidikan Islam hari iniโramai mengecat gedung, mengangkat jargon โberbasis akhlak dan Qurโaniโ, tetapiโฆ
Bayangkan dua orang musafir yang hendak menempuh perjalanan panjang. Yang satu membawa peta yang terhubung dengan kompas langit, sementara yang lain hanya membawa GPS tanpa arah kiblat. Keduanya berjalan cepat, bahkan sangat cepat, tetapi tujuan mereka tak sama. Begitulah gambaranโฆ
Bayangkan seorang anak kecil sedang menggambar rumah di atas kertas. Garis-garisnya miring, atapnya tidak simetris, tapi ia tersenyum penuh bangga. Mengapa? Karena dalam kesederhanaan itu, ada makna. Pendidikan Islam ibarat gambar rumah itu. Tujuannya bukan sekadar keindahan di mata dunia,โฆ
Kalau pendidikan itu perjalanan, maka epistemologi adalah petanya: Bagaimana kita tahu ke mana harus melangkah? Dalam Islam, epistemologi pendidikan bukan sekadar soal metode mengajar, tapi soal dasar bagaimana kita memperoleh ilmu, dan dari mana kita tahu sesuatu itu benar. Iaโฆ
Filsafat itu seperti pisau dapur warisan: tajamnya bukan untuk menyakiti, tapi membedah agar kita tahu isi dari sesuatu. Dalam konteks pendidikan Islam, filsafat hadir dengan tiga pisau utama: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Tiga alat bedah ini bukan jargon seminar, melainkanโฆ
Pernahkah kita berhenti sejenak, lalu bertanya dalam-dalam: โApa sebenarnya arti dari mendidik?โ Di zaman ketika pendidikan sering direduksi menjadi tumpukan nilai, ranking, dan ijazahโpertanyaan ini seolah tak penting. Padahal, di sinilah awal mula segalanya. Filsafat pendidikan Islam membuka pintu renunganโฆ